Kamis, 20 Oktober 2016

Long Distance Relationship ala Jomblo

Hubungan jarak jauh (LDR) adalah istilah yang digunakan para pasangan yang tidak bisa bertemu karena terpisahkan oleh jarak dan waktu. Jarak di sini bukan hanya sejauh puluhan kilo meter namun bisa ribuan atau bahkan bisa antar pulau dan negara. Ada berbagai alasan mengapa mereka harus menjalani LDR, diantaranya adalah karena berbeda tempat bekerja, sekolah dan lainnya. Bekal utama pasangan LDR adalah rasa percaya. Sulit bagi pasangan LDR yang kurang saling percaya, akhirnya hubungan itu berakhir begitu saja. Itulah beberapa pengertian dan penjelasan mengenai LDR versi pasangan kekasih.

Sedangkan LDR versi jomblo adalah hubungan jarak jauh antara dia dan kekasihnya (yang belum ketemu) karena belum menemukan waktu yang tepat. :D Jadi para jomblo tak perlu khawatir atau ngiri dengan pasangan yang LDR, karena kalian sendiri juga bisa mengatakan bahwa kalian juga sedang menjalani LDR (dengan kekasih yang belum ditemukan). Alasan mengapa jomblo mengalami LDR biasanya adalah terlalu memilih pasangan, gaya terlalu over, atau Tuhan belum memberikan. Nah jarak LDR versi jomblo sebenarnya bervariasi. Ada yang mungkin hanya 5 langkah atau mungkin juga bisa berbeda negara. hehehe Nah Bekal utama para jomblo yang LDR dengan calon pasangannya adalah rasa percaya juga. Pengertian percaya kali ini bukan percaya pada pasangannya, akan tetapi percaya kepada Tuhan bahwa Tuhan akan mengirimkan pasangannya di waktu dan tempat yang tepat. hhehehe Amiiinnnn Selamat LDR ya para Jomblo-er :D

Suka dapat berkembang jadi Luka

Rasa suka ini tumbuh perlahan dan pasti. Semakin hari entah mengapa semakin kuat dan hebat. Setiap melihat garis tawa mu, rasa ini seperti mendapatkan kekuatan untuk terus tumbuh dan berkembang. Meski ku merasa senyum itu bukan untukku, namun hati selalu meyakinkanku bahwa itu untukku. Apakah hatiku terlalu tinggi hati? Aku rasa tidak. Sebenarnya hatiku tidak terlalu percaya diri bahkan dapat dikatakan pemalu. Lihatlah untuk mengatakan perasaannya padamu saja dia tak mungkin sanggup. Lalu mengapa ia bisa percaya diri seperti itu? Bukankah itu semua karena kamu. Mengapa kamu memberinya tempat yang nyaman. Bahkan dia merasa yakin bahwa kamu sengaja memberinya tempat yang nyaman. Kamu menghias tempat itu dengan berbagai sapa, canda dan perhatian. Dan akhirnya hatiku terbiasa dengan kehadiranmu. Dan asal kamu tahu, hatiku adalah tempat di mana rasa itu tumbuh dan berkembang. Semakin kamu merawat dan menghias hatiku, rasa suka itu semakin besar. Jadi jika kamu tidak bermaksud untuk tinggal ditempat yang ku sebut dengan hati, jangan menghiasinya dengan canda dan perhatianmu. Aku tak ingin rasa suka itu tumbuh dan berkembang menjadi rasa sakit dan menyebabkan luka. :) 

Jumat, 05 Agustus 2016

Mencintai dalam Diam


Hai kamu... yang mencintai dia dalam diam? apa kabar?? masih kah bertahan untuk dia yang pergi darimu. Maksudku bukan pergi, tapi menemukan bagian hatinya yang hilang.. semacam puzzle piece yang bisa melengkapi hidupnya. oh iya aku tahu. kamu mulai belajar melupakannya kan? baiklah itu pilihan yang tepat. mengapa? yaah karena jika dia juga melihatmu, dia akan bertahan dan mengatakan padamu saat dia benar-benar sudah siap. bukan malah mencari yang lain..

bersabarlah.. mungkin ini semacam ujian cinta.. iya ujian cinta.. kamu hanya perlu mengerjakannya dan hasilnya serahkan pada yang memberikan ujian. jangan takut, ujian itu bukan penentu nilai akhirmu. banyak pertimbangan yang dapat membuat nilai akhir mu bagus.. begitu juga cinta.. mungkin kamu dan dia sedang di uji, atau bahkan masih ada orang lain yang lebih baik dari dia.. jadi sudahlah.. mencintai dalam diam itu tidak dosa kok. sudah kodratnya kita menyukai seseorang.. hanya saja bagaiman kita membuat perasaan cinta itu bisa berefek positif bagi kita.. jadi meski dalam diam, cinta bisa jadi terasa indah...