Minggu, 15 September 2024

Tentang Rasa Yang Tak juga Padam

Hai

Kamu apa kabar?

Semoga baik-baik ya... Amiin... 

Aku di sini juga baik-baik. Iya aku baik-baik saja. Kamu tidak perlu khawatir. Tapi sepertinya itu tidak mungkin hehe Aku tau. Aku sadar kok. 

Hari ini aku hanya ingin menyapamu meskipun tidak sampai padamu. Aku hanya berani menyapamu lewat postingan ini. Meskipun sebenarnya aku bisa saja mengirimimu pesan, tapi aku tidak cukup berani. Dulu aku tidak peduli tentang penilaianmu padaku. Dulu aku begitu nekat untuk bisa dekat denganmu. Namun kini rasanya aku malu. Aku merasa terlalu mengusikmu. Aku takut kamu jengah dengan tingkahku. Jadi cukup dengan tulisan ini aku menyapamu.

Dulu rasanya usahaku hampir berhasil. Kita seperti sudah saling mengenal. Bahkan sempat bercanda dan candaan kita nyambung. Namun kini kita menjadi asing. Terakhir kali kita berkomunikasi sepertinya itu juga berisi tentang candaan. Yaaa sepertinya kamu tidak pernah berpikir serius tentang diriku. Entahlah. mungkin aku yang terlallu banyak berharap. aku yang terlalu berharap bahwa dengan berbalas pesan kamu mungkin bisa menyukai sedikit hal tentang diriku. Mungkin kamu akan penasaran akan sosokku. Nyatanya sekarang semua kembali ke titik awal. Kita seperti tidak saling mengenal. Bahkan terasa berada di dunia yang berbeda. Aku hanya bisa melihat kegiatanmu. sementara kamu sepertinya tidak peduli dengan apa yang aku lakukan. itu hanya asumsiku. tapi mungkin saja itu kebenarannya.

Aku sudah berkali-kali mengatakan kepada diriku bahwa aku akan menyerah padamu. Aku berkata bahwa aku akan mencoba untuk menjalin komunikasi dengan orang baru. tapi nyatanya perasaannku masih terikat padamu. Aku tidak bisa menerima siapapun masuk ke hatiku. Aku berusaha. tapi tetap saja  tidak ada yang bisa mengertiku sebanyak kamu. tidak ada yang bisa nyambung bicara denganku layaknya kamu. kenapa kamu seolah menjeratku? padahal aku tahu kamu berusaha mencari seseorang yang kamu inginkan. tapi perasaanku tetap tertuju padamu. 

Lagi mungkin aku akan menyerah saat tahu bahwa kamu akan mengadakan pernikahan. jadi cepatlah kejar siapapun yang menjadi tujuanmu. perjelaslah. supaya aku dengan mudah bisa menyerah. supaya aku cepat sadar bahwa perasaanku padamu hanya kekaguman biasa. bahwa perasaanku padamu harusnya sudah tidak layak dipertahankan. segeralah menikaaaah....