Kamis, 28 Desember 2017

Kita yang Entah Ada atau Hanya Rekaanku Saja

Aku ingat, saat pertama dan kali pertama kamu datang, acuh nya hatiku akan semua tentangmu, bahkan tak sedetikpun hatiku menanggapi bualanmu, kini aku kan berterimakasih kepada waktu, (Allah? Itu pasti), karna aku sempat mengenal kamu yang berhasil membuat hidupku "bernyawa".

oh iya, sebenarnya aku ingin bertanya padamu, seperti apa cinta yg tak kan terpisah itu? Apa pengertian nya ada di kamus bahasa Indonesia? Apakah definisinya ada di buku2 sekolah kita? Apakah kamu kebetulan tau? Jika tidak, maukah kamu mempelajarinya denganku.


Jika hariku harus selalu dingin tp jangan dengan sikapmu,
Jika hariku harus selalu panas tp jangan dengan ucapanmu,
Aku ingin berada di udara dingin yang menyejukkan sesejuk senyumanmu,
Aku ingin berada di tempat hangat yg sehangat tatapanmu


Dari 24 jam, 1440 menit, 86400 detikmu dalam sehari, pernah kah sedetik saja kamu memikirkanku?? Bukan memikirkan, mungkin itu terlalu berat, mengingatku saja coba, apa pernah? Sedangkan aku? Ah apa masih perlu ku jelaskan

Hati bukan lah tempat dimana kamu bisa datang dan pergi sesukamu, bukan taman bermain saat bahagia mu atau rumah sakit untuk lukamu, lebih dari itu, jadi jika tak berniat untuk tinggal, jangan berfikir untuk datang, bahkan menjanjikan kebahagiaan 😂😂


Apakah semua temu mampu mengobati rindu??
Atau hanya menyisakan rindu yg mungkin lebih hebat dan menyesakkan ...


Mungkin akan ada hari, dimana kamu mulai mencari kembali yang sudah kamu lepaskan... Menyesal dg segala jenis n bentuk penyesalan... Jadi tolong, jgn sampai hari itu ada...

Hujan adalah melodi yang membawa semua kenangan menjadi satu padu,
Baik, buruk, senang, sedih, juga aku dan kamu, Merdu memang,
Tapi aku hanya ingin memandang dan mendengar, bukan bernyanyi dan tenggelam dalam kenangan...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar